Menjadi orangtua yg ikhlas

Hari ini pagi ikut kelas prenatal yoga di klinik Ibu Alam Salatiga, trus lanjut ke Ampel nengokin mbah & bablas ke Gemolong nengokin mbah dr suami. Sampe rumah jam 9 malem, Alhamdulillah tepar langsung. Jd baru sempet nulis laporan tengah malem gini krn td kebangun pengen pipis, hihihi..

Ga sempet baca buku apa2 dr td. Beruntung sempet baca artikel yg keren sambil istirahat di rest area td sore. Artikelnya dr blog https://yosayaulia.com/2018/12/02/menjadi-orangtua-yang-ikhlas-2/

Tulisan yg menurutku sangat jujur menyampaikan kekhawatiran sbg ortu baru yg mengandaikan kilas perjalanan pengasuhan anak. Betapa ikhlas begitu membutuhkan tempat di hati kita agar kita bisa adil dalam berfikir dan bersikap. Dari hal sesederhana ikhlas begadang tengah malam demi menyusui / ikhlas dgn berapapun asi yg dihasilkan, hingga yg lebih jauh lg ikhlas melepas anak ketika ia pergi meninggalkan rumah untuk hidup mandiri. Berdasarkan pemikiran bahwa anak kita bukanlah anak kita meski lahir dari kita dan besar bersama kita, ia adalah sang penciptanya dan ia memiliki hidupnya sendiri, maka seharusnyalah kita ikhlas untuk memberikan ruang pada dirinya untuk mengenal siapa dirinya dan bertumbuh dengan caranya sendiri.

Hiks, entah knp jd mewek dlm hati bacanya. Smoga Allah mudahkan dan lancarkan kami mendidik anak-anak kami dengan ikhlas. Aamiin..

Lanjut tidur lg abis ini, hihihi..nite 😉

#harike11

#tantangan10hari

#gamelevel5

#kuliahbunsayIIP

#forthingstochangeimustchangefirst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s